Gw percaya dengan sebuah ayat di Al-Quran (gw lupa ayat dan suratnya), yang juga sering dijadikan kutipan di undangan2 pernikahan, dimana dikatakan bahwa manusia diciptakan berpasang2an. Yup, manusia pasti punya jodohnya. Entah itu kapan dan dimana. Dia pasti akan menemukannya. Ekstrimnya, kalo smape akhir hayatnya, ada seseorang yang gak nikah. Gw percaya mereka akan mendapatkan jodohnya di akhirat. Emang gw belum pernah liat. Tapi entah mengapa, itu yang gw percayai.
Kenapa gw tulis hal ini karena terinspirasi dari suami istri yang kerjanya membicarakan keburukan pasangannya. Terus terang, gw sedih melihat hal itu.. Gw percaya, ketika seseorang udah memilih dia sebagai pasangannya. Orang itu udah yakin, dia lah yang terbaik. Dialah yang akan menjadi pasangan seumur hidup.
Tapi..sekarang tiba2 bisa aja orang dengan mudahnya mengucapkan kata cerai. Atau mengumbar kejelekan pasangannya. Seharusnya ketika mereka membicarakan keburukan pasangannya, mereka berkaca pada diri sendiri.
Apakah gw sudah menjadi pasangannya yang terbaik bagi dia?
Apakah gw sudah mengerahkan seluruh USAHA gw untuk menjadi yang terbaik
Atau..
Gw CUMA sibuk mencari2 kesalahan pasangan gw..
Sampai akhirnya gw lupa..
Bahwa gw pun bukan pasangan yang baik..
Atau jika memang pasangan mempunyai segudang sifat negatif dalam dirinya..
Apakah (lagi2) kita sudah berkaca pada diri sendiri?
Apakah kita sudah membantunya untuk mengubah sifat2 negatif itu
Atau..
kita hanya sibuk mencacimaki dia.. atau malah hanya menggunjing di belakangnya..
Karena..jika pasangan kita merupakan pribadi yang buruk..
Kita juga bertanggungjawab akan hal itu
Kitalah (sebagai pasangannya) yang selalu ada di sampingnya
Yang berpengaruh terhadap pembentukan karakter dirinya
Jadi..jika pasangan merupakan pribadi yang buruk
Ayo..jadikan dia orang yang lebih baik lagi..
Bukan..Bukan dengan membicarakan keburukannya di belakangnya
Atau dengan memarahi dan mencacimakinya
Tapi membimbingnya dengan penuh cinta kasih menjadi orang dan pasangan yang lebih positif..
Ayo kita jadikan dan menjadi pasangan yang baik
Yes..of course you can do that to your spouse. I believe that..

