Mungkin sebagian besar dari kita sudah tahu, atau menjadi tahu, cara kerja alam setelah beberapa tahun terakhir ini kita dibombardir dengan isu pemanasan global
Tapi..untuk yang belum tahu akan saya singgung lagi..untuk sama-sama merefresh ingatan kita
Bumi merupakan satu-satunya planet yang ditinggali oleh manusia karena..suhu didalamnya yang cocok untuk ditinggali manusia (tidak terlalu panas maupun terlalu dingin), sehingga kita pun dapat bertahan hidup di dalamnya
Nah..pertanyaannya..kenapa bumi menjadi satu-satunya planet yang hangat ditengah angkasa yang dingin ini??
Ini semua karena proses yang dinamakan ‘efek rumah kaca’
Jadi..cara kerjanya..matahari mengirimkan cahaya pada bumi, ketika sampai ke atmosfer…sebagian cahaya ini akan dipantulkan lagi ke matahari sedangkan sebagian lagi akan diserap ke bumi, sehingga bumi pun mendapat panas matahari.. Hal ini bagus karena kalau tidak ada proses tadi maka..bumi kita akan sangat dingin, yang artinya tidak memungkinkan manusia untuk hidup di dalamnya
Nah..di atmosfer ini, ada bagian yang bertugas untuk mengatur suhu panas bumi agar tetap stabil,, namanya ‘gas rumah kaca’ (dinamakan seperti itu karena proses kerjanya yang sama dengan rumah kaca, dimana rumah kaca ini berfungsi untuk menahan panas matahari agar tanaman tumbuh dengan baik). Gas rumah kaca ini contohnya metana, karbon dioksida, dll, yang bertugas untuk ‘memerangkap’ panas matahari agar bumi panasnya tetap stabil
Terus..kenapa sampai terjadi pemanasan global?
Nah..yang terjadi sejak revolusi industri, gas rumah kacanya semakin banyak, akibatnya, semakin banyak pula cahaya matahari yang diserap ke bumi
Dan akhirnya..seperti yang terjadi saat ini, naiknya temperatur rata2 bumi, yang dampaknya pun bisa kita rasakan sama2 PUANAS BWANGET..
Nah..setelah saya renungkan kembali, pemanasan global ini menyadarkan kita akan arti KESEIMBANGAN dan HUBUNGAN TIMBAL BALIK
Coba saja kita lihat cara kerja alam..
Semua saling berhubungan
Jika ada yang tidak beres pada yang satu, maka akan berpengaruh pada hal lain..
Gusti Allah telah mengatur alam untuk berjalan secara selaras dan seimbang
Matahari mengirim cahaya, bumi pun menerima dengan baik
Semua berlangsung seperti itu sepanjang beratus-ratus tahun (atau bahkan berpuluh2 ribu tahun ya ;p)
Sayangnya..
Kita, manusia, semakin lama semakin jauh dengan alam
Menganggap kita adalah kita, manusia berintelektualitas tinggi
Sedangkan alam adalah alam, yang bisa kita eksploitasi di sana-sini untuk kepentingan kita
Kita merasa berada di atas alam, merasa bisa mengatur alam, dengan bermodalkan intelektual dan uang
Tapi..kita lupa,.karma itu ada..
Semua memiliki hubungan timbal balik
Ketika kita melakukan hal baik, maka kebaikanlah nantinya yang akan menghampiri kita, begitupun sebaliknya
Itu yang saya percaya, dan yang sedang saya lihat pada diri kita
Membangun pabrik disana-sini, membuang limbah ke sungai, atau..menebang hutan ini dan itu tanpa membangun kembali
Kita melihat, uang pun dapat berbicara, dan voila..masalah pun beres..
Tapi..kita sepertinya lupa..
Mungkin urusan dengan sesama manusia memang sudah beres..
Pemerintah setempat terima, rakyat (yah..walaupun dengan berat hati) akhirnya terpaksa menerima dengan dumelan dan caci makian dibelakang
Tapi,,ada yang masih belum kita perhatikan
Yang menumpuk amarah sedikit demi sedikit
Dan akhirnya..kebakaran hutan di satu tempat, lumpur lapindo di tempat lain, dan tsunami disana
Dibuat untuk menyadari buaian indah kita, bahwa ada pembalasan untuk perbuatan sewenang-wenang kita
Ya..itulah ALAM..
Sesuatu yang kita anggap remeh
Sesuatu yang rasanya bisa kita taklukan
Tapi..ada kekuatan lebih besar dari itu yang diberikan Allah padanya
Yang akhirnya membuat kita..manusia
Kalang kabut menghadapi fenomena yang disebut2 sebagai ‘pemanasan global’
Dan mungkin memang perlu ‘global warming’ untuk membuat kita, manusia, menyadari bahwa ada terlalu banyak hewan ternak didunia sampai angkanya hampir menyamai populasi manusia
Untuk membuat kita menyadari terlalu banyaknya listrik yang kita buang percuma hanya karena MALAS
Untuk membuat kita menyadari bahwa perlu adanya keseimbangan untuk membuat ini menjadi normal kembali
Perlu adanya keseimbangan untuk membuat gas2 rumah kaca berada dalam posisi normal yang pada akhirnya mengembalikan temperatur bumi pada suhu normalnya
Dan pada akhirnya..
Kita dibuat (atau ‘dipaksa’ untuk) sadar bahwa alam dan kita adalah sebuah hubungan timbal balik..
Membuat kita mulai mengelus-elus alam kembali
Membuat perjanjian dan permintaan maaf untuk kembali bersatu dengan alam..
Semoga..alam mau memafkan kita
Untuk segala kerusakan dan kejahatan yang kita perbuat untuk alam
Semoga..kata maaf itu belum terlambat kita ucapkan dan wujudkan bagi alam
Yah..semoga..

