Arsip untuk Global Warming

29 Simple Tips To Save Earth

Halo.. apa kabar semua?

Kerasa gak sih udara semakin hari semakin panas saja, ditambah lagi dengan bencana alam yang bertubi-tubi menimpa Indonesia. Itu semua tidak terlepas dari perubahan iklim yang drastis beberapa tahun terakhir ini, atau yang akrab diistilahkan dengan Global warming. Sebenarnya kita bisa loh berperan serta untuk menjaga Global Warming ini tidak berlanjut, yaitu dengan mengubah gaya hidup kita. Dimulai dari yang sederhana saja. Perubahan secara bertahap tetapi konsisten pasti lebih membawa hasil dibandingkan dengan perubahan drastis tetapi temporer. Berikut ini adalah rangkuman tips-tips sederhana yang saya buat berdasarkan pengalaman pribadi, semoga bisa diterapkan juga oleh teman-teman semua ya. Ingat cinta lingkungan bukan berarti pelit tetapi memakai segala sesuatu secara sewajar dan seperlunya saja.Together we can make change      

 

#1

Jika ingin melamar pekerjaan, gunakanlah jasa pencari kerja online, seperti jobstreet, JobsDB, JAC Recruitment  jadi kamu tidak harus membuang-buang kertas untuk mencetak CV, foto, dan juga tidak harus menyisihkan waktu dan tenaga untuk mengeposkannya. Sekarang pun sudah banyak lho website pencari kerja yang memberikan berbagai fasilitas seperti melihat status si pencari kerja di perusahaan yang dilamar secara update.

 

#2

Jika ke hotel, tolong untuk tidak meminum air mineral dari botol kaca *meskipun gratis* karena botol kaca membutuhkan 4.000 tahun untuk dapat terurai. Jika kalian tidak berkeberatan, tulis juga surat ke pengelola hotel untuk mengganti tanda selamat datang mereka dengan sesuatu yang lebih ramah lingkungan

 

#3

Bukalah penyewaan buku di komunitas kalian. Keuntungannya? Menambah uang saku, membuat komunitas kalian lebih pintar, dan juga mengurangi konsumsi akan buku tetapi meningkatkan minat baca (yang berarti akan menghemat kertas.. yah..mungkin tidak signifikan, tapi kalau banyak orang yang melakukan, kita pasti dapat melakukan perubahan!). Saya pikir kenapa orang membeli buku tetapi hanya membacanya satu kali saja lalu ditaruh dan entah kapan dibaca lagi. Kenapa tidak berbagi buku kita sehingga banyak orang yang dapat membaca buku itu juga, jadi fungsi buku tersebut pun dapat dimaksimalkan bukan?)

 

#4

Pilihlah ice cream cone daripada cup atau sundae. Kenapa? Karena ice cream cone tidak meninggalkan jejak sementara sundae meninggalkan sampah plastik yang membutuhkan ribuan tahun untuk dapat terurai

 

#5

Lebih baik makan di tempat daripada delivery service ataupun take away. Kenapa? Karena delivery servica ataupun take away menghabiskan terlalu banyak sampah plastik yang sebenarnya dapat kita kurangi kalau kita makan di tempat

 

#6

Makan sayur *sebagai pengganti daging* lebih banyak yuk. Selain membuat kita lebih sehat, pengurangan konsumsi daging juga membuat kita dapat menyelamatkan bumi. Sudah banyak lho restoran yang menyediakan menu vegetarian yang enak, bahkan ada makanan yang rasa dan bentuknya seperti daging, tetapi terbuat dari tahu lho. Tertarik ingin mencoba? Coba saja ke restoran vegetarian

 

#7

Kalau makan di pinggir jalan, pilihlah sendok dan garpu daripada sumpit yang hanya dapat dipakai satu kali. Biasanya sumpit tersebut berwarna kuning kecoklatan dan dibungkus plastik, selain memperbanyak sampah plastik, juga lebih banyak pohon yang ditebang hanya untuk..satu kali makan.

 

#8

Nyemil itu kegiatan yang menyenangkan ya? Selama ini apa makanan cemilan favorit Anda? Kalau jawabannya Chiki, chitato, cheetos, bagaimana kalau coba beralih ke salad buah dan yoghurt? Selain sama-sama enak, salad buah dan yoghurt juga sehat lhoo. Lagipula Chiki, chitato, dan teman-temannya menyumbang sampah plastik yang tidak sedikit, berbanding terbalik dengan isinya yang benar-benar sedikit.

 

#9

Suka minum teh demi diet, menjaga kesehatan, ataupun sekadar minuman favorit di sore hari? Apa jenis teh Anda? Kalau saya lebih suka teh bubuk dibandingkan teh sachet /celup karena teh bubuk tidak meninggalkan kertas pembungkus yang akan menjadi sampah.

 

#10

Komitmen yuk sama diri kita sendiri untuk menghabiskan makanan yang sudah kita ambil. Kasihan kan bumi harus menanggung sampah yang tidak perlu akibat sisa makanan yang ada karena kita tidak berpikir dahulu sebelum bertindak.

 

#11

Kalau pergi, coba deh biasakan bawa tempat makan dan tempat minum sendiri. Pasti berguna kalau tiba-tiba di jalan mau jajan *sehingga tidak perlu memakai sterofoam sebagai wadah jajanan kita* dan gak perlu membuang makanan saat kita udah kenyang, karena dapat ditaruh di kotak makan kita tersebut.

 

#12

Belanja di warung sebelah? Kenapa tidak membawa kantong sendiri, sehingga barang belanjaan kita tidak harus dibungkus dengan kantong kresek yang akan segera masuk ke tong sampah juga dalam hitungan menit saat berada di rumah kita. Bagoes bag dapat menjadi salah satu alternatif pengganti tas yang unik dan bagus lho.

 

#13

Gaya vintage sekarang kembali booming. Jadi kenapa kita tidak bergaya vintage juga? Cara yang paling murah adalah memakai baju ibu (atau bahkan nenek :p) kita. Cara ini akan menghemat uang kita, *semoga dapat* mengurangi produksi baju di pabrik, dan membuat kamu seperti fashionista   

 

#14

Baju dan sepatu di rumah sudah menumpuk dan banyak yang udah gak tren? Kenapa juga tidak membuat cuci gudang? Selain mendapat uang tambahan dari barang yang sudah tidak berguna bagi kita, kita pun juga menyelamatkan bumi dari calon sampah yang hampir kita hasilkan

 

#15

Sudah pernah belanja online belum? Kenapa tidak coba? Banyak keuntungannya lho, kita tidak usah cape muter-muter mall seharian, tidak membayar uang parkir, tidak usah keluar uang untuk makan, dan prosedurnya pun mudah. Tetapi hati-hati pula agar tidak tertipu berbelanja di online shop.

 

#16

Ingin membuat pesta ulang tahun atau acara monumental lainnya? Kenapa juga harus mencetak undangan, yang selain mahal juga hanya akan dibaca satu kali, manfaatkan yuk dfasilitas SMS, yahoomail, yahoogroups, facebook, hotmail, twitter, ataupun plurk? Banyak sekali kan sarana penyampaian berita yang juga efektif, dan dapat menekan biaya kita. 

 

#17

Kalau kita sudah cocok dengan satu merk benda (shampoo, sabun, odol, dll), kenapa tidak membeli benda tersebut dalam ukuran yang besar? Selain membuat kita tidak harus sering bolak-balik ke supermarket, kita pun turut mengurangi sampah yang lebih banyak dihasilkan jika konsumen membeli produk secara satuan. Coba saja, lebih hemat Anda membeli sambal sachetan atau botolan?

 

#18

Sering lihat di mall-mall atau lampu merah, ada orang-orang yang membagikan kertas selebaran? Cara tersebut mungkin merupakan strategi iklan yang efektif jika orang yang diberikan merupakan calon kunsumen, tetapi kalau diambil hanya karena rasa kasihan dan akhirnya dibuang juga? Itu akhirnya menjadi ajang pembuangan-buangan kertas! Jadi jika Anda merasa informasi yang diberikan kertas selebaran tersebut tidak Anda butuhkan, kenapa harus diambil? Ayo pilah-pilih kertas selebaran yang MEMANG berguna untuk kita

 

#19

Untung sekarang sudah banyak koran yang memiliki media digital dan menyediakannya secara gratis. Jadi kita tidak perlu berlangganan koran secara rutin lagi untuk tetap update berita tinggal klik.. dan kita pun turut menyelamatkan pohon-pohon lho dengan tidak mengkosumsi kertas banyak melalui koran. Coba lihat Kompas ePaper, Tempo ePaper, atau  MediaIndonesia ePaper, untuk terus update berita. Sekarang pun juga banyak media yang memiliki twitter, seperti kompas dan the Jakarta globe sehingga tak perlu lagi takut ketinggalan berita.

 

#20

Koran bekas sudah menumpuk? Berikan saja ke tukang nasi goreng langganan Anda, buat bubur kertas, atau.. sumbangkan ke Kedai daur ulang Pak Salam, pasti sampah kita tersebut tidak akan menjadi sampah lagi.

 

#21

Barang elektronik yang sudah tidak terpakai merupakan sampah yang cukup banyak mengeluarkan emisi karbon, untunglah nokia mengadakan  program untuk mendaurulang handphone bekas kita. Ayo berpartisipasi aktif dan terus dukung program-program serupa yuk

 

#22

Dapat kerja dapat turut menyelamatkan bumi? Itulah langkah yang dilakukan JAC Recruitment Program, dengan menanam satu pohon di Bali jika ada satu pencari kerja yang berhasil mendapatkan pekerjaan. Lamar pekerjaan di tempat-tempat seperti ini yuk.

 

#23

Hari raya haruskah dirayakan dengan petasan dan kembang api? Selain memekakkan telinga, kesenangannya yang cuma sesat, harus dibayar dengan lingkungan yang kotor karena sampah kertasnya yang berserakan dimana-mana. Jadi..kenapa mulai sekarang kita tidak mengganti tradisi bermain petasan dan kembang api tersebut?

 

#24

Hayo..siapa yang kalau liburan senang menghabiskan waktu dengan bermain Play Station di rumah? Kenapa tidak coba sesekali untuk keluar dan menghirup udara segar? Bersepeda atau berwisata hijau baik untuk kesehatan kita & bumi (dan juga bagi tagihan listrik rumah Anda karena Anda tidak bermain PS sejenak).

 

#25

Kalau kamu merasa ada UU atau kebijakan pemerintah yang berdampak pada kerusakan bumi, kenapa tidak tulis petisi dan mengajak teman-teman lainnya untuk memprotes UU tersebut? Contohnya PP No.2/2008. Mungkin petisi kita dapat membuat pemerintah mengkaji ulang kebijakannya tersebut, dan kita pun dapat menyelamatkan bumi kita tercinta ini  

 

#26

Anda masih ingat dengan semboyan KB, 2 anak cukup? Nah, mulai sekarang bagaimana kalau kita galakkan lagi? Sedikit anak berarti akan ada tempat yang cukup untuk bernafas di bumi kita yang kecil ini.

 

#27

Anda sudah punya anak, seorang guru, sukarelawan bagi anak-anak, atau pendongeng? Kalian bisa loh menyelamatkan bumi dengan mengajarkan atau mendongengkan buku yang berhubungan dengan lingkungan bagi anak-anak. Kesadaran untuk mencintai lingkungan harus dimulai sejak dini agar generasi kedepan dapat menjadi generasi yang mencintai dan menghargai bumi. Salah satu rekomendasi saya adalah : Aku suka belajar..daur ulang, terbitan BIP kelompok Gramedia

 

#28

Berbagi informasi apapun tentang perubahan iklim dan cara yang dapat kita lakukan untuk dapat menguranginya. Bagaimanapun one to one communication merupakan cara yang sangat efektif untuk menyebarkan berita. Gunakan twitter, facebook, atau blog kalian untuk menyebarkan berita, dan rajin-rajin searching di google untuk mengetahui berbagai berita seputar global warming sehingga kita dapat ikut membantu mengurangi pemanasan global J

 

#29

Cek di berbagai website lain tentang pilah-pilih sampah, komposting (metode Biopori dan kompos Takakura), satu mobil bersama dengan orang yang rumahnya searah, bersepeda ke kantor, makan seafood secara sehat, dan berbagai upaya yang dapat kita lakukan untuk turut menjaga bumi J I believe that we can do it..TOGETHER

 

“I have Joined  ECO INDONESIA GREEN BLOGGING COMPETITION!”

Komentar (3) »

Love xerox ^^

Saya baru saja membaca Jelajah, majalah MAPALA (Mahasiswa Pencinta Alam UI), yang isinya banyak membahas lingkungan.. Di majalah jelajah edisi kali ini, ada saya lhooo disitu (hehe..narsis).. enggak deh, yang mau dibahas bukan itu..

 

Salah satu artikel yang cukup menarik buat saya adalah tentang xerok yang akan meluncurkan inovasi barunya

Yaitu kertas yang tintanya dapat hilang dalam waktu beberapa jam..

 

WOW!!

 

Sangat menakjubkan menurut saya. Produk ini pasti sangat berguna sekali untuk mengurangi produksi kertas di dunia. Coba sering banget kan, kita mengeprint sesuatu yang sebenarnya hanya dibutuhkan dalam beberapa jam, terus..ya udah dibuang. Misalnya kertas selebaran iklan (yang sudah saya bahas di artikel sebelumnya) atau kertas buat presentasi atau kertas buat coret-coretan iseng. Ya kan?

 

Menurut saya, jika benar produk ini akan diluncurkan, saya sangat berharap agar sesegera mungkin beredar di pasaran. Eh ya, dan kabar baiknya nih, harganya gak jauh beda dengan harga kertas biasa ^^

 

*oh ya, buat penggemar barang2 daur ulang. Nonton deh etalase di trans TV hari sabtu jam 13.00. saya sangat suka, memberi inspirasi, terutama yang mau bergelut dan senang mengkonsumsi barang2 daur ulang. Misalnya saja episode hari ini membuat berbagai kerajinan dari kertas karung semen (wow..kepikiran aja ya?)

Komentar bertahan »

tentang kertas selebaran..

Pernah gak Anda masuk ke dalam mall, tiba-tiba ada SPG atau seseorang yang langsung memberikan Anda selembar kertas (atau malah beberapa) yang isinya iklan? Atau di lampu merah? Atau..malah kertas-kertas itu biasanya langsung nangkring di mobil Anda setelah beberapa saat Anda parkir.

Sebenarnya tidak ada yang salah ya dari semua itu. Yang saya dengar juga, memang ada jasa untuk menyebarkan selebaran seperti itu. Jadi pekerjaan ini merupakan sebuah simbiosis mutualisme ya. Si pengiklan untung karena iklannya sampai ke masyarakat. Si distributor (alias pengedar selebaran) untung karena mendapatkan uang dari jasanya. Dan kita (sebagai yang diberi selebaran) untung karena mengetahui adanya sebuah produk tertenu (yang mungkin memang kita butuhkan) atau..jika menurut kita gak mutu, ya..tinggal dibuang. Susah-susah amat. Gratis ini

 

Eh..tunggu..tunggu..

 

BUANG??

Did I wrote that? Yaa..itu dia yang menjadi salah. Sebagian dari kita, yang merasa bukan target iklan, ya..dengan entengnya, hanya melihat kertas tersebut satu dua detik lalu..plung..buang kertas itu ke tong sampah deh (ehm..atau malah dibuang sembarang?).

 

Saya merasa sangat miris kalau datang ke sebuah pameran. Begitu banyak kertas-kertas yang terbuang di bawah. Lalu..nanti kertas-kertas itu akan berakhir kemana? Di tempat pembuangan sampah kan? Humm..bayangkan aja ada berapa banyak kertas yang terbuang sia-sia, di Jakarta aja, kalau di tiap mal, di tiap pameran, di tiap lampu merah, ada orang-orang yang membagi-bagikan selebaran. Lalu..dibuang begitu saja..

 

Ada berapa banyak pohon yang harus ditebang demi KESIA-SIAAN??

 

Coba dipikirkan, dan apa salahnya mengatakan ‘tidak, terimakasih’ saat ada seseorang yang menawarkan selebaran jika Anda rasa Anda tidak membutuhkan itu?

 

Ya..mungkin kita semakin menambah waktu kerjaan orang tersebut, jika ada begitu banyak orang (yang sebenarnya memang tidak perlu) menolak kertas yang ia tawarkan. Tapi..coba bayangkan efeknya bagi anak cucu kita. Bayangkan efeknya bagi kondisi bumi kita. Ada berapa banyak pohon yang dapat kita lestarikan. (seperti kita tahu pohon adalah oksigen dunia, mungkin yang masih bingung bisa membaca postingan saya sebelumnya yang berhubungan dengan global warming)

 

Ya..kita bisa ikut membuat bumi sehat, bisa ikut mengurangi global warming. Hanya dengan berkata “tidak, terimakasih’ pada orang-orang yang menyodorkan kertas yang tidak perlu menurut kita..

 

As simple as that, can you?

 

Komentar bertahan »

Woro-Woro

Heiho..

Blog ini beberapa saat lalu menjadi juara1 blog competition tahap 3 yang diadakan British council lhoooo..

Komentar (2) »

Indonesia & Pemanasan Global

Ngomongin pemerintah dan masalah lingkungan hidup, saya antara pro dan kontra. Karena ada beberapa kebijakan pemerintah yang membuat saya salut dan rasanya harus mengacungkan jempol, tapiii..ada juga peraturan yang membuat saya geram, dan gak habis pikir bagaimana petinggi-petinggi di pemerintahan sana bisa-bisanya berpikir seperti itu.

 

Salah satu peraturan yang membuat saya geram adalah PP No.2/2008, yaitu peraturan soal pengaturan tarif kompensasi pertambangan di hutan lindung dan hutan produksi, dimana hutan bisa disewakan dengan harga yang sangat murah!! Nyebelin banget gak siih? Ini sih namanya pengerusakan hutan terselubung, bayangin aja harga sewa satu hektarnya, diibaratkan WALHI, sama dengan harga pisang goreng. Pantas saja, dalam satu detik, hutan yang hilang sama dengan enam kali luas ukuran lapangan sepak bola. Ckckck..bisa2 sebentar lagi, hutan kita akan hilang  ;( 

Tapi..sebenarnya saya juga bangga dengan berbagai kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah. contohnya saja soal CFC, ingat kan iklan di TV yang ada Artika Sari Devi, yang isinya memberitahu bahwa CFC sudah dilarang di Indonesia (yippie..), ada juga iklan lain yang menyuruh kita menghemat, serta himbauan presiden SBY untuk menghemat energi. Dan yang paling membuat bangga adalah ketika tahun lalu, Bali menjadi tuan rumah konferensi iklim UNFCCC dimana Bapak Rachmat Witoelar menjadi presiden konferensi tersebut. Wuah..senangnya, yang akhirnya menghasilkan Bai Road Map. Ini membuktikan keseriusan Indonesia untuk masalah global warming..

Saya berharap nantinya memang bukan hangat2 tahi ayam saja (maksudnya di depan semangat, tapi begitu kebelakang sudah surut semangatnya). Semoga Indonesia memang menjadi negara yang peduli atas isu ini, dan kita sebagai warga negaranya dapat turut andil mengurangi pemanasan global ini. semoga! 

Komentar bertahan »