Arsip untuk Relationship

La..la..la..

Hai..hai..jumpaaaa lagiiiii..

Umm..kali ini saya baru saja membaca sebuah artikel yang memuat survei yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Durham dibantu tim dari Universitas Aberdeen dan St Andrews. Penelitian ini melibatkan sekitar 700 responden heteroseksual yang masih berusia 20-an. Nah..diperoleh hasil kalau:

(yah..sebenernya pasti sebagian besar dari kita tahu)  pria lebih menyukai wanita yang terbuka pada hubungan seks jangka pendek (gak heran, kaum ini bisa ereksi berapa menit sekali =p). Sementara wanita sebaliknya, tertarik pada pria yang membuka kemungkinan untuk hubungan jangka panjang

Hasil yang kedua, pria lebih tertarik pada wanita yang terbuka soal seks (humm..ckckck..di Indonesia gitu gak ya?)

Terus2..ini yang menarik..kalau ternyata..pria yang mencari hubungan sesaat itu punya ciri-ciri fisik : penampilan yang lebih maskulin dengan rahang yang berbentuk kotak, mata yang kecil serta hidung yang lebih besar.

Nah..wahai wanita, kalau disekitar Anda ada pria dengan ciri-ciri seperti ini

Maka..berhati2lah.. Hehehehe..

 

Sumber : Adi. 10 April 2008. Suara Karya Online : Perangai Seks Terungkap Dari Wajah.

Komentar bertahan »

Marital Rape

Seks..

Apa yang ada di pikiran Anda ketika mendengar kata yang satu ini. Mungkin sebagian besar dari kita akan mengarah ke skema berbau negatif =p (hehe..don’t mean to judge you all). Tapi..itulah, mungkin sebagian besar dari kita akan mengarahkan artian seks ke dalam hubungan persetubuhan. Padahal seks, yang diambil dari bahasa Inggris, diartikan sebagai jenis kelamin.

            Terkadang, kita terlalu malu untuk membahas masalah seks, bahkan mengucapkannya saja dapat membuat orang lain memicingkan mata ke arah kita. Dengan kata lain, seks dipandang sebagai hal yang tabu. Di banyak keluarga Indonesia, hal ini tidak dibahas, termasuk keluarga saya. Padahal seks tidak melulu tentang blue film atau gaya berhubungan melainkan perbedaan anatomi perempuan dan laki-laki, mengapa perempuan menstruasi, mengapa ibu melahirkan, itu juga merupakan pendidikan seks. Hal ini menyebabkan para anak-anak tidak terbiasa untuk berdiskusi soal seks di rumah, akhirnya rasa ingin tahu yang besar menggiring mereka bertanya pada teman sebaya ataupun media massa (sudah pernah dilakukan penelitian akan ini, tetapi saya lupa penelitian siapa =p), yang tak jarang tidak dapat menjawab pertanyaan mereka tetapi malah memberikan informasi yang salah. Akhirnya, tak heran, banyaknya kasus seks pra nikah atau aborsi yang melanda remaja Indonesia.

            Kebisuan akan topik seks ini terus berlanjut sampai nantinya seseorang dewasa, bahkan menikah. Tak jarang, seorang istri malu untuk mengungkapkan kalau “Saya kurang puas”, “saya ingin mencoba gaya lain”, atau hal-hal semacam itu. Apalagi adanya anggapan bahwa wanita berada dibawah dan laki-laki adalah superior, walaupun emansipasi terus berjalan sampai sekarang, dan gong feminism mulai ditabuhkan.

Pada akhirnya, adalah fenomena yang disebut marital rape, yaitu pemerkosaan oleh suami. Mungkin sebagian besar dari Anda akan bertanya-tanya, pemerkosaan oleh suami?? Apakah bisa? Bukankah dengan menikah otomatis seseorang sudah dilegalkan menurut hukum maupun agama untuk melakukan hubungan badan. Jadi.,.dimana letak pemerkosaannya. Yah..itulah kira-kira tanggapan dari sebagian besar kawan ketika saya ingin mengajukan topik skripsi marital rape ini. Apalagi Indonesia memiliki mayoritas penduduk yang menganut agama Islam, termasuk saya, yang menganut pandangan bahwa wanita wajib untuk melayani suami. Jadi..mungkin sungguh tidak terbayangkan adanya marital rape ini.

            Well. Boleh percaya atau tidak. Tetapi hal ini memang terlanjur ada. Dimulai dari tahun 1978, ketika seseorang bernama Greta Rideout menuntut suaminya atas marital rape ini. Bahkan beberapa negara sudah mengakui hal tersebut, dalam hal ini mengatur tentang hukuman untuk seorang suami yang memperkosa istrinya. Di Indonesia sendiri, belum ada UU akan hal ini (lah, wong sebagian besar masyarakatnya saja tidak tahu akan kehadiran hal ini =p). Tetapi, di tahun 2004, pernah ada pengajuan akan hal ini, walaupun pada akhirnya tidak disetujui.  

Mungkin kita harus mengetahui terlebih dahulu pengertian dari pemerkosaan ini, dimana Pemerkosaan didefinisikan sebagai hubungan oral, anal, atau penetrasi vagina yang dilakukan tidak berdasarkan persetujuan kedua belah pihak, melainkan berdasarkan paksaan, dengan ancaman atau penyiksaan fisik, atau ketika korban tidak memiliki kemampuan untuk memberikan izin (Koss, 1993, p.1062 dalam Hyde, 2007). Jadi tanpa adanya persetujuan dari kedua belah pihak, itu sudah merupakan pemerkosaan. Walaupun hal tersebut memang sudah dilegalkan. Hal ini sendiri saya ibaratkan seperti makan. Dimana seks merupakan kebutuhan pokok bagi seorang dewasa yang sudah menikah, begitupun makan, yang merupakan kebutuhan pokok bagi semua manusia. Memang, manusia harus makan, tetapi kalau dalam kondisi kenyang, dia  terus dijejali makanan, atau..ia dijejali makanan yang tidak dia suka, atau ketika makanan tersebut ditaruh di tempat yang tidak seharusnya (tempat sampah misalnya), dan ia tetap dipaksa untuk memakan makanan tersebut. Apa yang terjadi? Mungkin ia malah muntah. Humm..apa yang salah dari memberi makan? Toh..makan adalah kebutuhan setiap makhluk hidup. Tetapi cara atau bentuk yang salah dari makanan tersebut dapat menyebabkan hal tersebut menjadi tidak tepat. Begitupun dengan berhubungan seks, dimana hal tersebut harus dilakukan dengan orang dan waktu yang tepat.

Mungkin hal tersebut belum dapat menggambarkan marital rape. Salah satu contoh nyatanya adalah ketika itu saya pernah mendengar cerita tentang seseorang yang sedang hamil. Suaminya setiap malam ingin berhubungan seks. Sementara istrinya yang sedang hamil ini kesakitan setiap kali mereka berhubungan (mungkin karena pengaruh hamilnya). Ketika diberitahukan mengenai masalah ini, si suami masih saja tetap ingin berhubungan. Memang, meminta untuk berhubungan seks adalah HAK suami. Tapii..kalau istri  sedang kesakitan seperti itu? Dan mungkin dapat membahayakan kesehatan si janin. Apakah bukan merupakan hak istri pula untuk menolak? Dan jika istri menolak dan suami memaksa, itulah yang baru dinamakan marital rape.

Dibawah ini adalah artikel yang diambil dari kompas yang dapat lebih menjelaskan mengenai marital rape ini. klik disini

            Akhir kata, jika ada yang pernah mendengar mengenai hal ini, atau mengetahui tentang seseorang yang mengalami hal ini, atau pernah mengalami hal ini (maaf..sensitif). Tolong hubungi saya di email: sweet_choco_candy@hotmail.com. Saya senang sekali jika bisa berdiskusi banyak tentang hal ini. Atau..jika ada yang mau menjadi volunteer untuk menjadi subjek saya =p. Hehe..let me know.. Terimakasih..

 

Best Regards,

Devi

Komentar (1) »

Love at d first sight

Cinta pada pandangan pertama..

Humm..percaya gak sih lo?

Gw sih gak percaya =p

tapi..begitu lihat Oprah Show tadi..

Gw jadi berpikir ulang..

Yah..mungkin itu bisa terjadi

Tapi..it’s doesn’t work for me =p (haha..biasanya kalo gini gw bakal kualat)

Aniwei,,episode tadi ngebahas film yang diadaptasi dari novel berjudul ”Love In The Time Of Cholera” karangannya Gabriel

Novel ini diawali dengan seorang pria yang ngelihat seorang wanita yang belom pernah dia liat sebelumnya

Dan..zzzap.. dia LANGSUNG jatuh cinta aja gitu sama tu cewek

Akhirnya.. ni cowok ngelamar cewek ini

DANN..Cewek ini LANGSUNG mau juga ajah gituuuh..

(haha..kalo ceritanya sampe sini doank, gak seru banget yaaah?)

Nah..sayangnya bapaknya si cewek gak setuju, terus saking marahnya, langsung ngirim ni cewek keluar kota

Si cowok nyusul ni cewek, dan ngajak nikah si cewek. Sayangnya ni cewek gak mau.. Yaudahlah ni cowok pulang dengan kekecewaan

Ketika itu, lagi mewabah banget penyakit kolera (yahh..make sense kan kalo judulnya ada kolera2an =p)

Dan..si cewek ini kena..

Ketika udah sekarat2nya, ada dokter yang nolong ni cewek

Dan akhirnya cewek ini sembuh

Setelah itu dokter yang nolong dia, ngelamar ni cewek,diterima, dan menikahlah tuh mereka berdua..

Terus..gimana nasib tu cowok?

Cowok ini ganti2 cewek mulu kerjaannya..well,mungkin pelampiasan dari kekecewaannya kali yaaah?

Tapi..satu yang pasti..

Dia gak bisa ngelupain tu cewek.

Dan..beberapa puluh tahun setelahnya, dokter yang jadi suaminya ni cewek meninggal.

Di tengah kedukaan, ni cowok lagi2 nyamperin ni cewek (yang mana mereka berdua udah jadi aki2 dan nini2)

Masih dengan rayuan ketika muda dulu

Awalnya ni cewek menolak

Tapiiii akhirnya dia menyerah juga

Menikahlah mereka di usia yang udah gak muda lagi itu

Hwaaaaah…soooooo..romantic..

Hwehe..Tapi..gw pikir yah..

Yaelah, ini mah pasti cuman ada di pelem2 doank

Eh, tapiii..setelah itu ditampilin aja gitu kisah nyata yang mirip dengan novel ini..

Jadi ada seorang pria waktu nonton TV ngeliat ratu2 kecantikan (macemnya miss universe gitu). Begitu dia liat Miss.Israel, dia langsung jatuh cinta. Love at d first sight gituuu. Dia gak bisa ngelupain tu cewek, terutama pandangan matanya. Walaupun dia udah nikah dan punya anak. Sampe akhirnya berpuluh2 tahun kemudian, ketika pasangan masing2 udah meninggal. Si cowok ini nelpon si cewek.

Si cewek langsung bilang  bahwa dia udah gak muda lagi, jadi jangan mengharapkan dia adalah wanita seksi umur 18 tahun yang dulu jalan di atas panggung.

Tapiii si cowok dengan romantisnya bilang kalo buat dia si cewek ini gak berubah, matanya tetep seperti mata seseorang yang memang sudah dia idam2kan dari dulu. (sebenernya gw lupa dia ngomong apa, pokoknya romantic gitu deeeh)

Dannnnn..mereka akhirnya nikah deh sampai sekarang. Gila!! Emang yah..kalo udah jodoh gak kemana.

Itu bener2 kebukti di cerita nenek-kakek ini..

Huah..(huah apa ya?)=p

Pokoknya gw terlalu amaze

Sampai speechless gini

Intinya..pesan moral dari tayangan ini : Gw harus nonton film ini!! =p

 

 

Komentar (2) »

Cinta Sejati,,

Gimana caranya nemuin cinta sejati?

Gimana caranya nentuin siapa yang akan lo pilih untuk jadi pasangan seumur hidup lo?

Siapa yang lebih lo pilih: orangtua lo atau karir lo?

Atau kalau mo dibuat permasalahan yang paling mudah,,

besok gw mesti pake baju ini atau itu ya?

Dari sekian banyak pertanyaan itu..

Mo dari permasalahan yang tergampang sampai yang tersusah..

Dari konteksnya di luar ataupun dalam diri

Dan mencakup tingkat stress tinggi sampai rendah..

Kesemuanya itu mengandung persamaan,,

Dimana semuanya itu mengandung pilihan..

Dan gak selamanya kita dihadapkan pada pilihan : baik atau buruk (kalo itu sih gampang milihnya)..

Terkadang, Pilihan itu bisa berupa baik-baik, atau malah buruk-buruk

Tapi semuanya itu menuntut kita untuk melakukan satu hal :MEMILIH

Iya kalo masalahnya cuma pilih baju buat kuliah, itu sih gampang..

Kalo permasalahannya diperumit : pilih baju yang mana ya untuk kencan pertama dengan gebetan yang udah diidam2kan sekian tahun lamanya?

Atau dipersulit lagi : gw mau pakai baju pengantin ini kalo calon suami gw si A atau si B ya??

It’s all about dress,,it’s all about choose..

Tapi..apakah segampang itu memilih suatu hal?

 

Seorang filsuf, J.P. Sarte, pernah berkata, “hidup adalah pilihan”

Ya..tapi..mana yang harus kita pilih??

Humm..jawaban yang simpelnya sih :

             Gunain hati nurani lo

————————————————————————————————

Ok, cerita sedikit tentang hati nurani (baru diajarin nih)

Ayo,ngaku,,

Siapa diantara kita yang gak pernah nyontek??

Humm..mungkin bisa diitung jari ya alias limited edition..

Nah, inget2 deh..

Pertama kalinya nyontek gimana??

Ada rasa deg2an, takut ketauan, pokoknya semua rasa bercampur aduk jadi satu kan?

Nah..disitu yang namanya hati nurani berperan..

Hati nurani ini, menurut dosen gw, Mbak Zoya Jusung, bisa diumpamakan sebagai tape (yang volume suaranya bisa dikecilkan atau dibesarkan)

Dimana ketika kita pertama kali nyontek (aka berbuat jahat), hati nurani kita akan mencegah hal itu, nah..karena masih pertama kali, volumenya masih besar donk..dan hal itu, tentunya, menggangu kita, dan terjadilah peperangan batin disitu..dimana lo tau ”iya..gw gak boleh nyontek” dan ”tapi gw nyontek karena butuh nilai bagus nih”

So..itulah yang membuat kita keringat dingin, pucat, deg2an, dsb

Nah..besok2 pas ada ulangan, kita gak belajar lagi, atau sks lagi..

Otomatis, keinginan untuk nyontek itu timbul lagi donk?

Disini volume si hati nurani yang gede itu dikecilin dikit..dikit..dikit..dan makin lama mute..

(hal ini karena kita merasa gak nyaman dengan kehadiran si hati nurani ini)..

Sampai gak kedengaran lagi, yang akibatnya pas kita nyontek, perasaannya udah bisa aja, cuek2 bebek..  

Nah, si hati nurani ini bisa diumpamain sebagai suara Tuhan atau polisi tingkah laku.. dimana dia selalu menyuruh kita ke arah kebaikan

Humm..suara Tuhan artinya baik donk?

Sering kan kalo kita berbuat baik (sesuai dengan hati nurani) rasanya enak aja, nyaman aja..

Tapi..apakah orang2 yang menyuarakan hati nuraninya itu akan hidup dengan ketenangan?

Oo..salah..

Coba aja liat gimana nasibnya Munir, Benazir Butto, dll..

Mereka mesti hidup dengan kejaran2 orang2 yang memusuhi mereka dan tak suka dengan apa yang mereka suarakan : Hati Nurani, kebenaran..

Ya,,itulah konsekuensi yang harus ditanggung..

Jadi,,mengikuti atau mengecilkan volume dari hati nurani..pilihan itu semua ada di diri kita sendiri? Karena dua2nya memiliki konsekuensi..

————————————————————————————————

Back to the topic..

Jadi..(tetep) gimana caranya menggunakan hati nurani ini?

Atau..memperbesar kembali volume si hati nurani ini..

Biar kita pun jadi bisa mendengar dan memilih,,

mana pilihan yang paling baik buat diri kita..

jawabannya adalah:

Pilihan yang segala resikonya sanggup kita tanggung

Bingung?

Ok, jadi..setiap pilihan pasti punya resikonya masing2..

Ya kan? Rasanya, ga ada pilihan yang gak punya resiko..

Tapi kalo dihadapkan pada dua (tiga, empat, dst) buah pilihan

Pikirkan dalam2..

Manakah dari pilihan2 itu yang sanggup lo tanggung resikonya, sebesar/sekecil apapun itu..

Gimana??

Sudah lebih jelas menentukan pilihan?

Atau malah bingung? Hehe..   

Komentar (3) »