Arsip untuk Uncategorized

Dan saya bernostalgia sejenak dengan Malory Towers

Siapa yang tidak kenal Enid Blyton? Wanita dengan segudang ide kreatif ini merupakan salah satu penulis cerita anak yang dikenal di penjuru dunia. Entah sudah berapa buku yang dihasilkannya dan dilahap oleh anak-anak di seluruh penjuru dunia, termasuk..saya. Ya, saya sangat suka cerita karangan Enid Blyton, terutama serial Malory Towers. Keenam seri bukunya membuat saya ingin sekali sekolah di asrama *jauh sebelum saya mengenal Hary Potter*. Darren (tokoh utama dalam serial ini) dan genk-nya, untuk pertama kalinya, membuat saya jatuh cinta dengan sekolah.

Letak sekolah, pemandangan, dan segala hal yang diajarkan oleh Malory Towers langsung membuat saya terpikat dan berandai-andai kalau saya dapat memiliki kesempatan untuk bersekolah di tempat seperti itu. Hal terpenting yang diajarkan oleh Malory Towers dan selalu terngiang oleh saja adalah tentang ajaran seseorang untuk memiliki kepribadian yang baik. Nona Grayling, sang kepala sekolah, selalu memberikan wejangan pada murid baru, yang isinya:

“Bagiku, bukan mereka yang lulus ujian serta menerima penghargaan yang kuanggap sebagai keberhasilan sekolah ini. Memang itu semua baik. Tetapi yang lebih kuutamakan adalah mereka yang bisa belajar untuk memiliki hati yang besar dan baik, cerdas serta terpercaya; wanita-wanita yang bisa diandalkan oleh sekelilingnya. Dan yang kuangap gagal adalah mereka yang tak mampu mempelajari itu semua disini.”

Singkatnya saya menjuluki itu ‘mental juara’. Sering kali kita memacu anak menjadi juara di berbagai bidang, dan terlupa untuk mendidik anak memiliki ‘mental juara’ itu sendiri. Sebenarnya ‘mental juara’lah yang menjadikan kita ‘sang juara sejati’. Tanpa perlu embel-embel pemenang penghargaan atau juara nasional, seseorang yang memiliki ‘mental juara’ akan memiliki kharisma yang menjadikannya pemimpin dan dihargai dimanapun ia berada. Itulah yang saya lihat pada Darrel, tokoh utama dalam serial ini, ia bukanlah juara pertama disekolahnya, bukan pula gadis yang menyabet berbagai penghargaan, tetapi ia akhirnya menyandang jabatan sebagai Ketua Murid, karena ‘mental juara’nya tersebut.

Sekarang, saya bekerja di sebuah sekolah. Saat pertama kali saya mengijakkan kaki disana, yang pertama kali saya lihat adalah kolam renang, dan saya pun langsung teringat Malory Towers yang juga memiliki kolam renang yang indah. Beberapa bulan di sekolah ini pun juga banyak membuat saya teringat pada Malory Towers. Sejak kecil anak diajarkan untuk mandiri, untuk memikirkan konsekuensi atas segala hal yang dilakukan (dan bukan mengerjakan sesuatu karena terpaksa untuk menghindari hukuman). Sekolah ini pun mengerti bahwa setiap anak memiliki kepribadiannya yang unik dan memfasilitasi keunikan dan perbedaan tersebut.

Saya bersyukur Indonesia memiliki sekolah seperti ini, dan saya pun sangat berharap makin banyak sekolah-sekolah di Indonesia seperti Malory Towers, agar anak-anak Indonesia menjadi anak-anak yang bermental juara. Agar Indonesia menjadi negara yang lebih baik lagi. Agar Indonesia memiliki bibit-bibit unggul yang bertekad membangun negara, bukan membangun diri dengan menghancurkan negara.

Ya..dan impian masa kecil saya pun masih melekat jelas, saya ingin sekali ke Inggirs, tempat dimana Malory Towers berada dan tempat dimana seseorang sehebat Enid Blyton dilahirkan sehingga dapat membuat buku seindah Malory Towers. Saya ingin sekali ‘mencuri’ ilmu dari Inggris dan terbang kembali ke Indonesia untuk membangun sekolah-sekolah yang membangun muridnya ‘bermental juara’. Sambil berandai-andai, untuk sekarang saya cukup puas dengan membaca kembali Malory Towers deh. Tapi cita-cita itu masih ada, dan semoga segera terwujud. Inggris..wait for me ^^

Komentar (2) »

World of Child

Hai folks!

Long time not see..

How’s life?

Today, I just prepare myself to have exam to entrance into my master in July 17. Wish me luck, guys ^^

Because I heard my concentrate in master, which is child psychology, is really hard to face on. Oh no!

Aniwei, last month, on 10 June, I just get my S.Psi title. Haha.. Finally after 1 year struggle with my thesis, I can finish it. It’s like put outside your stomach gas (pardon me. Haha..) , I mean I feel really relieved after I leave the judgment room..

Oh yah.. In last 4 month, I become a teacher assistant in Cikal. It’s a nice experience to have to..

Wow, so many life experience that I did since I wrote the last posting in precioustrash, huh?

Oke, now let’s talk about..child

Since I joined sekolah cikal, I realized that I really love child world (it’s one of my reason to choose child psychology). Because all of training that cikal gave to me, it really opened my eyes about the child and their unique characteristic and how to treat them all.

There is the time when I think and I feel really sad to parents who don’t treat their child nicely. I know marriage is really hard things, and moreover if you become parents soon, but.. I can’t imagine if there is parents who abuse their child, either physical or emotional =(

I just remember the advertisement on TV said ‘Aku bisa.. aku pasti bisaa.. kalau mau berusaha”. It’s really inspire me to think that every child have many potency in their self, and it’s depend on his/her will to make his/her dream come true, and, importantly, to you all the parents in this world, to facilitate your child to develop their potency. Maybe just smile and show enthusiasm when they do something good and guide them do the right thing instead of become angry when your child made a mistake is more than enough to your child. How do you think?

 See ya. Have a good day =)

Komentar (1) »

malem mingguan sama mr. benjamin & my besties

7 is lucky number for Penny. Ya, teman baik saya, Penny sangat suka angka 7 karena pada tanggal itu ia berulang tahun, tepatnya tanggal 7 Februari. She got pair of ducks this years (aku dapet istilah ini dari Prabu, waktu dia ulangatahun yang ke 22 dia bilang kalo dia dapet pair of ducks, karena bentuk dua yang mirip bebek, dan aku kira dia dapet bebek beneran. Haha..bodoh). Aniwei, berhubung saya senang memberikan surprise, jadi kali ini pun saya dan Endah berencana ngasih surprise ke Penny, dateng pagi-pagi ke rumahnya, ternyata eh ternyata..ujan dereees banget. Yasudahlah kita berganti rencana, dan akhirnya jadilah kita terdampar di Pacific Place menonton Curious Case of Benjamin Button dan makan Sushi Tei di Senayan City (baru tau gwa kalo mau makan daging mentah aja mesti ngantri panjaaang bener).

Ok, yang mau saya ceritakan disini adalah review dari film Benjamin Button itu sendiri (one of my resolution). Dari sebelum nonton, sebenernya saya udah agak2 penasaran, secara banyak orang merekomendasikan film ini. Humm..sebagus apa sih film ini. We’ll see.. Saya sendiri suka dengan film ini dan sangat mendetail, saya sebagai penonton ngerasa kayak didongengin sebuah novel. Dan saking mendetailnya itu, bisa dengan suksesnya ngebuat Penny dan Endah tertidur! Emang yah, mereka dari dulu gak berubah, dari Jaman SMA dulu, waktu kita ber4 masih suka nyewa DVD di Kemchicks-Kemang, pas nonton film romantis, saya dan Nabila sedang terpesona dengan filmnya, tiba-tiba Penny sama Endah udah tertidur pulas aja gituuu.
Yasudahlah, balik lagi ke ceritanya yaaa.. Film ini dimulai dengaaan seorang laki-laki dan perempuan yang saling mencintai di masa kecil, dan tiba-tiba waktu besar ketemu lagi tetapi saat itu si laki-laki udah menjadi kontraktor yang mau menghancurkan sekolah tempat si cewek ngajar karena ingin membuat sebuah lapangan golf. Agak bingung ya gwee, gini nih Benjamin Button, apa iklan? Tapi kok kalo iklan panjang bangeet? Akhirnya ke jawab di tengah cerita, dimana si cewek memakai PONDS. Jeger..ternyata ini cerita pendek PONDS atau apalah, yang ternyata lama juga yaaa..sekitar 15-20 menitan sendiri. Udah agak males deh gw. Gw pun memilih menghabiskan ice cream dan burger yang udah dibeli duluan di Wendys. Ok, beberapa saat kemudian, mulailah Benjamin Buttonnya. Horee. Kisahnya dimulai dari seorang ibu yang meninggal setelah melahirkan anaknya. Ayahnya, yang merasa si anak penyebab kematian istrinya, berniat membunuh anak ini di tepi laut. Sayangnya, udah keburu ketahuan sama penjaga disana, ia pun akhirnya menaruh anaknya ini di depan sebuah panti jompo. Anak ini ternyata memiliki berbagai komplikasi yang diprediksi dokter kalau ia gak akan berumur panjang. Ibu penjaga panti jompo, yang udah terlanjur jatih cinta sama bayi kecil mungil ini, memutuskan untuk merawat anak ini yang akhirnya dikasih nama Benjamin. Ternyata..selain gak bisa berumur panjang, Benjamin punya satu keanehan. Mukanya terlihat kayak orangtua! Makanya waktu dia umur 7 tahun, mukanya gak ada bedanya dengan penghuni panti jompo yang lain, yang memang udah aki dan nini nini. Karena kakinya gak begitu kuat, ia pun harus puas duduk terus di kursi roda dan gak bisa menikmati dunia luar seperti layaknya anak-anak seumurannya. Tingal di panti jompo seperti itu membuat Benjamin harus siap kehilangan teman yang dengan cepat berganti teman baru. Ya..namanya orang jompo pasti ia datang kesana untuk menghabiskan hari-hari tuanya kan? Jadi Benjamin udah terbiasa dengan pemakaman dan tidak adanya si A, yang kamarnya dengan cepat berganti miliki si C. Kalau weekend biasanya keluarga dari anggota panti jompo ini diperbolehkan menengok. Nah, suatu ari datanglah cucu dari seorang nenek disana. Matanya yang biru dan rambut yang kecoklatan langsung mencuri perhatian Benjamin, ia jatuh cinta dengan gadis itu. Ihiiy. Namanya (aaargh..kenapa gw cepet ngelupain nama orang ya? Anggap aja namanya Isabel). Mereka pun menjadi dekat dan berteman karena Isabel percaya kalau Benjamin ini memang seumuran dengannya. Hari berganti hari, yang anehnya adalaaah.. semakin hari Benjamin terlihat lebih muda, yang dulunya bungkuk, sekarang sudah tegap. Yang dulunya botak, sekarang rambutnya utuh, walaupun putih semua. Ya..pokoknya dia makin lama makin kelihatan muda.

Saat 17 tahunan gitu, ia akhirnya meminta ijin untuk keluar dari rumah dan pergi menjadi pelaut. Ia pun berjanji pada Isabel untuk mengirim kartupos setiap ia menunjungi suatu daerah. Jadilah ia berpetualang pergi dari satu kota ke kota lain. Ia merasakan berbagai petualangan baru, mulai dari ‘minum’, ‘having sex’ dari rumah bordil, dan mencintai wanita. Ya..dia mencintai wanita yang merupakan istri dari seorang mentri, mereka sama-sama menginap di hotel yang sama, senang mengobrol bersama di malam hari, dan akhirnya jatuh cinta aja gitu. Tapi tiba-tiba si wanita ini pergi gitu aja (kayaknya gara-gara suaminya tau perselingkuhan mereka) dan cuma ninggalin Benjamin sepucuk surat yang isinya gak meaning sih menurut gw. “Have a good day” atau apalah (tuh kan saking gak pentingnya gw sampe lupa). Oh ya ditengah film diceritakan kalau Benjamin ketemu bapaknya yang ternyata pengusaha kancing no.1 (makanya nama belakangnya “Button”) dan akhirnya ia diwarisi perusahaan bapaknya. Ia pun akhirnya bertemu kembali dengan Isabel yang udah menjadi penari balet terkenal. Oh ya, seperti yang udah gw ceritain sebelumnya, Benjamin ini semakin hari menjadi semakin muda (yang sebenernya adalah letak keunikan dari film ini, dimana Benjamin memiliki siklus kehidupan terbalik dengan orang normal, tua ke muda), dan Benjamin muda adalaaah.. Brad Pitt. Woow..ganteng abiiiis. Oklah ya, singkat kata, akhirnya Benjamin dan Isabel hidup bersama, oh ya FYI Isabel meninggalkan dunia baletnya karena mengalami kecelakaan yang menyebabkan kakinya patah sehingga ia akhirnya harus puas dengan mendirikan sekolah balet saja. Setelah mereka hidup bersama, lahirlah seorang anak. Disini udah mulai timbul konflik dalam diri Benjamin, dia takut bayinya seperti dia, ia juga takut kalau misalnya anak normal tetapi memiliki ayah yang tidak normal, takut dengan Isabel yang nantinya harus mengurus 2 anak (anaknya dan Benjamin yang berubah menjadi semakin kecil). Akhirnya ketakutan-ketakutan itu menyebabkan Benjamin pergi dari rumah setelah anaknya berusia 1 tahun, sbeelum anaknya bisa mengingat ayahnya. Jadilah Benjamin akhirnya semakin menciut, kembali menjadi remaja, anak-anak, dan bayi. Saat menjadi anak-anak, ia mengalami amnesia dan ditemukan di jalanan dengan membawa buku diari dirinya, Ia akhirnya dirawat oleh Isabel sampai menjadi bayi, dan akhirnya meninggal di pelukan Isabel..

Dari film ini, gw belajaaar :
1. Menyadari akan siklus kehidupan manusia, dan semakin menghargai setiap tahap kehidupan yang udah dikasih Allah padaku. Tiba-tiba terbuka matanya betapa beruntungnya saya dan betapa Allah memang sudah memiliki rencananya sendiri untuk menjadikan kita memiliki siklus hidup dari muda-tua. Coba kalau dibalik, kayak Benjamin Button. Merasakan kesakitan dan pahitnya dunia (sakit2 tua dan segala ketidakberdayaan orangtua) dulu baru merasakan kesenangan dunia? Humm.. Kalau dari bayi, memang sama-sama tidak berdaya seperti orangtua sih, tetapi kan seenggaknya waktu bayi kita belum bisa mikir kayak orangtua? *hehe,,ngeles kayak bajay.
2. Semua orang pasti meninggal. saya jadi merasa diingatkan kembali untuk lebih berguna dan bermanfaat selama hidup di dunia ini.
3. Seluruh kejadian dalam dunia ini memang sudah diatur. Satu kejadian aja ada yang tidak sesuai dengan ‘skenario’ Tuhan maka kejadian lain tidak akan terjadi. Coba bayangin, saat pembunuh Kennedy nembakin pelurunya, tiba-tiba Kennedy nunduk, atau geser 1 cm aja, mungkin ia gak akan meninggal. Ya gak? Dan itu digambarin dengan bagus banget di film ini saat adegan Isabel ketabrak mobil. Really love that scene.
4. Kalo jodoh gak kemana. Hehe..STD abis. Tapi yaah..ini juga yang emang terjadi. Dari kecil udah suka-sukaan, dan akhirnya jadi juga. Walaupun Isabel dan Benjamin cuma sebentar mengecap manisnya cinta (jijay bahasa gwa), tapi ya intinya muter2 jodohnya ya dia dia juga..
5. Kita tidak bisa memilih takdir kita. Mungkin kita ditakdirkan menjadi anaknya miliuner paling kaya di dunia atau kita jadi orang miskin dengan tampang pas-pasan dan kaki cacat. Tapi..kita bisa memilih bagaimana cara mengisi takdir kita tersebut. Coba, mau lo anak miliuner tapi kerjaannya cuma ngedrugs sama ngabisin duit bokap lo doang? Ya..ke laut aja dah lo. Tapi kalau lo anak miliuner dan lo tahu gimana memanfaatkan itu semua, mengenyam pendidikan bermutu dan memajukan bisnis bokap lo. Pasti banyak banget orang yang kagum dengan lo. Begitu juga dengan orang miskin, ada yang meratapi nasib sialnya dan putus asa sampai bunuh diri dan aja juga yang berjuang untuk hidup yang lebih baik. Itu semua pilihan lo. Jadi setiap orang memiliki takdirnya masing-masing tetapi gimana kita ngisi takdir itu yang membedakan kualitas kita. Got it?
6. Kalau hotel jaman dulu tuh ternyata gak bebas TIKUS. Hiiii..gw bisa ngejerit semaleman kali ya kalau nginep disana. Gak penting sih, cuman bayangin aja hotel berkelas yang ditinggalin seorang menteri aja bisa ada tikus. Itu bagaimana itu? Haduh..haduh..terus apa bedanya sama di rumah coba. *mungkin gak semua orang menyadari, tapi ini terlihat saat Benjamin ‘berselingkuh’ dengan istri mentri di dapur hotel.
Umm..apalagi ya? Banyak lagi sih pasti yang gw pelajari dari film ini. Tetapi belum kepikiran. Nanti ditambah-tambahin lagi deh ;p.

Ok, setelah perjalanan panjang selama 3 jam ‘mengintip’ kehidupan Mr. Benjamin. Perut kita ber3 pun keroncongan minta diisi. Hoho..akhirnya kita berencana makan di perahu-perahuan di Food court, ternyata penuh ;( jadilah kita terdampar di Sushi Tei. Saya kira sesampainya disana cacing2 di perut kita bisa segera disejahterahkan, ternyata oh ternyata.. antrian panjang saudara..saudara.. dan (dengan bodohnya) kami memilih untuk mengantri. Haduuh..haduh..di Jakarta tuh ternyata bukan cuma cari uang buat makan aja yang susah, tapi makan aja juga susah ;p. tengok aja restoran sebelah, The Duck King, lebih gila lagi ngantrinya. Ckck..
Akhirnya dengan perjuangan panjang. Kami berhasil mendapatkan tempat. Yeiiy..dan ternyataa.. tempat highly recommended ala penny ‘enak kok enak. Gw juga pertama ngirainnya gak enak. Tapi setelah dicoba, lo bakal nagih deh* (bahasa gw sih, intinya begitulah kata penny). Siyaaal.. tetep aja yang namanya gak suka ya tetep gak suka. Tau gitu gw beli ramen aja..hoho..

Eh ya beberapa hari setelahnya, gw menonton wisata kuliner dan mendapat beberapa tips dari Pak Bondan:
a. Jadi..kalau kita mau mencocol kecap asinnya, jangan di bagian nasi, tapi di bagian lauknya, karena nasi kan cepat menyerap tuh, kalau dicocol di nasi, jadinya asin banget, dan gak enak deh (oooh..gitu toh Pak)
b. Apa lagi ya? Kok jadi lupa..kayaknya banyak deh tipsnya ;p. oh ya tips dari gw, penny, & ndah. Lumurin aja sushinya pake mayones, jadi gak berasa mentahnya loooh ;)

Komentar bertahan »

happy birthdayy

Sungguh..tidak terasa ya?

Sudah 365 hari lamanya sejak saya memutuskan melahirkan precioustrash ini

Saya kira..ini hanya akan menjadi ajang katarsis, pelepasan emosi saya yang terpendam dan tidak dapat saya utarakan

Ya..mungkin beberapa bulan pertama, itulah fungsi precioustrash ini

Tapi..lama kelamaan, precioustrash bermetamorfosa. Ia sudah dapat memilih jalannya, dan ia memilih untuk dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

‘karena, bukankah memang itu yang menjadi tujuan hidup manusia? Menyenangkan dan memberi manfaat bagi orang lain. Atau setidaknya..membuat orang lain tersenyum dan tertawa’ begitu yang dikatakan precioustrash.

Akhirnya ia memutuskan untuk memberikan pengetahuan mengenai relationship

Kenapa?

Karena banyak orang yang semakin lama semakin hidup hanya sekedar untuk menjalani hidup. Tidak sadar, tidak mengerti, atau semakin tidak peduli, bahwa ada banyak cinta disekitarnya. Bahkan ketika ia sudah memilikinya, mereka kadang tidak sadar dan tidak bersyukur akan adanya cinta yang dikirim Tuhan untuknya. Ia pun tidak dapat memperlakukan cinta sebagaimana cintanya. Precioustrash ingin..agar orang-orang yang berkunjung ke rumahnya mendapat insight, bahwa ada begitu banyak cinta yang dapat dibagi, ada begitu banyak cara untuk memperlihatkan cinta. Dan semoga..tujuan precioustrash itu berhasil. Amiiin..

Eh, tapi.. beberapa bulan setelahnya, precioustrash yang semakin lama semakin dewasa, sudah dapat berjalan keluar rumahnya. Uhuk..uhuk..kok ada apa ini? Mengapa precioustrash tiba-tiba terbatuk-batuk. Refleks, ia pun menatap ke atas awan. Eh…tapi kok awannya tertutupi kabut? Apa mau hujan? Pertanyaan-pertanyaan itu akhirnya dapat diketahui precioustrash. Ternyata,,ini dampak dari kerusakan lingkungan. Emisi kendaraan bermotor dan pabrik-pabrik yang tidak ramah lingkunganlah yang membuat langit warnanya butek banget. Precioustrash pun semakin penasaran dan semakin belajar, ia pun menemukan kosakata baru, namanya ‘global warming’. Nah,informasinya penting sekali untuk disebarluaskan ke khalayak. Bagaimana kalau isu lingkungan pun disebar oleh precioustrash? Jadilah, ini menjadi hidangan utama tamu-tamu yang berkunjung. Setiap orang yang bertandang ke rumah precioustrash, dihidangkan menu ‘global warming’, ‘penyelamatan lingkungan’. Eh, ternyata salah stau tamu dari British Council, sangat tertarik dengan sajian precioustrash. Ia pun diberi penghargaan dan hadiah. Huaaaah..precioustrash senang sekali. Akhirnya apa yang ia lakukan dapat juga bermanfaat bagi orang lain dan menimbulkan kebangaan bagi diri sendiri..

Apa lagi ya? Oh ya, precioustrash jadi puny aide.. gimana kalau precioustrash nyari duit aja ya? Kan lumayan untuk nambah-nambah. Tapiii..memang ya, sepertinya precioustrash tidak jodoh mencariuang.. selaluuu aja gagal ;(. Tiba-tiba precioustrash tersadar. Oh iya, ya, tujuannya precioustrash kan emang untuk membantu orang-orang ya? Bukannya meraup keuntungan pribadi. Hehe.. akhirnya precioustash pun teringat dan kembali ke tujuan awal. Dia harus berguna buat orang lain dan membuat orang lain tersenyum ;) .

Tunggu progress precioustrash selanjutnya yaaa. Doakan precioustrash semakin tambah hari semakin bijak dan semakin memberikan manfaat bagi dunianya. Oh ya, dan tentu saja membuat dunia semakin hijau. Happy birthday precioustrash :)

 

 

 

Komentar (1) »

Kita dan alam..

Gw sedih deh..

Waktu tau kalo pulau Jawa kemungkinan bisa tenggelam.. hiks..

Apalagi beberapa hari ini hujan terus2an mengguyur Jakarta.Jumat (tepat seminggu yang lalu)..

Hujannya dahsyat banget, men..

Sampe membuat Jakarta lumpuh..

Jalan2 di perkantoran gede aja gak luput dari genangan2 air..

Humm..

Pernah gak sih kita berpikir kalo kita juga ikut andil dalam hal ini?

Pernah gak sih lo buang sampah sembarangan?

Pernah gak sih lo ngebiarin lampu nyala padahal gak digunain, cuma gara2 lo MALES matiin?

Atau banyaklah contoh lainnya..

Gw juga pernah denger cerita..

Tentang longsor di daerah pegunungan Lawu (kalau gak salah, koreksi gw ya kalo salah..hehe)..

Dimana korbannya ada ibu2 yang udah menjadi mayat, ternyata di pakaian dalamnya ada uang yang setelah diitung mencapai puluhan juta..

Ada juga bapak2 yang ditemukan meninggal dengan uang berserakan di sekelilingnya, itung punya itung, nominalnya mencapai beberapa ratus juta..

Bow..tau gak itu gara2 apa??

Di pegunungan itu tadinya tumbuh berbagai pohon, ya pinus, jati, dll lah..

Penduduk disana MENEBANG pohon2 itu

Imbalannya mereka dapet deh uang 2-3 juta/pohon..

Wuih..seneng donk..uangnya banyak..

Terus mereka bukannya menanam pohoh2 serupa untuk mengganti pohon yang udah ditebang.

Eh..mereka malah MENGGANTI jadi nanem tumbuhan yang lagi ngetren, macemnya gelombang cinta, dll (itu loh yang perdaunnya aja bisa dijual beberapa puluh ribu)..

Yasuw,,itulah yang harus mereka terima..

Uang banyak memang mereka terima, tapi apakah harus dibayar dengan nyawa?

Apakah harus dibayar dengan kerusakan alam??

Alam membalas perbuatan mereka..

Tragedi itu yang terjadi :LONGSOR!!

Mungkin sekarang alam sedang sakit..Mungkin dia sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakitnya

Dia menangis dengan hujan yang tidak kunjung berhenti dan akhirnya membuat banjir..

Dia mengamuk sehingga longsor dimana2 pun terjadi..

Dan dia pun ingin menyadarkan kita..

Kalau rengekan dan amukan kesakitan dan kesedihannya itu karena kita para manusia..

Yang membuat pabrik tanpa memperhatikan lingkungan sekitar…

Yang menebang hutan untuk kepentingan pribadi,,

Yang membuang sampah sembarangan hanya karena malas..

Ya itulah kita..

Alam ingin berkata..

Manusia, sudah cukup apa yang kalian lakukan!!

Bersikap ramahlah pada lingkunganmu..

Pada kami,alam,tempat kalian tinggal..

Tapi..Apakah manusia dapat mendengarkan rengekan dan tangisan alam??  

Komentar bertahan »